~selamat hari Ibu~ Desember 22, 2009
Posted by enenganie in curhat.Tags: ibu, puisi
1 comment so far
Ibu….
hari ini aku ingin mengucapkan bahwa aku sangat mencintaimu.
Karena engkau yang telah membuat aku terlahir ke dunia dan dapat melangkah sejauh ini.
Kasih sayangmu yang tulus selalu membelaiku dalam melewati setiap waktuku.
Engkaulah yang selalu memberikan semangat dan perlindungan dengan do’a – do’amu.
Ibu….
Semua jasamu tak dapat terbalaskan.
Namun kuselalu mencoba memberikan yang terbaik untukmu.
Semoga Allah SWT selalu menyayangimu seperti engkau menyayangiku sejak kecil
serta senantiasa melindungi dan memberikan berkah kepadamu.
Terimakasih Ibu….
22 Desember 2009
~Yang sedang kurasa~ Desember 18, 2009
Posted by enenganie in curhat.Tags: puisi
3 comments
Warna warni hidupku telah bertambah
Seiring kedatanganmu dalam mengisi hatiku
Saat kutunggu padamnya langit
Ditaburi bintang-bintang
Ditemani cahaya lampu kota
Kusemakin merasakan hangatnya sentuhanmu
Walaupun ku tau kau tak sedang berada disampingku
Namun suaramu selalu mengganggu anganku
Ya tuhan tolonglah aku
Jelaskan padaku apa yang sedang kurasa
~Sesalmu~ Desember 18, 2009
Posted by enenganie in curhat.Tags: puisi, sesalmu
3 comments
Maaf…
Jika aku tak bisa membuatmu bahagia
Kau tau aku hanyalah seorang wanita biasa
Selalu khilaf dan penuh kesalahan
walaupun kurang di matamu
Namun ku selalu berusaha berikan yg terbaik untukmu
Aku tak bisa lagi berfikir jernih
Saat kau selalu panggil namanya
Rasanya ingin cepat ku menutup hati
Tak ada lagi yang bisa kulakukan padamu
Kuharap kubisa melepasmu
Tak mampu lagi kumenahannya
Terlalu perih terasa saat ku kecewa
Kau tlah menusuk hatiku
Kuyakin Kau takkan pernah merasa hati ini telah kau sakiti
Hingga kuingin pergi darimu tuk selamanya
Kuhanya bisa menunggu datangnya sesalmu
Saat kau sadari ku telah meninggalkanmu
~Bila Rasa Terusik Kata~ Oktober 24, 2009
Posted by enenganie in Uncategorized.Tags: bila rasa terusik kata, puisl
6 comments
Duhai kasihku
Engkaulah pujaan hatiku
Kau telah memukauku
Walaupun kita ditempat yang berbeda
Kan kupeluk erat dirimu dalam indahnya mimpiku
Kan kujaga jalinan kasih ini
Karna kau cinta pertama dan terakhirku
Katakan padaku apa yang kau rasa
Kuhanya bisa mengurai kata
Kurangkai hingga ke debar hati
Inilah yang kurasa
Kaulah yang selalu ada disaat ku terluka
Kau membuat hati ku kelam oleh rasa kerinduan
Bersama dirimu ku merasa berarti
Pastikanku dirimu takkan meninggalkanku
Dan kupastikan cintaku takkan pernah meredup untukmu
~Apakah~ Oktober 24, 2009
Posted by enenganie in Uncategorized.add a comment
Apakah.. terlalu sulit untuk mencerna dan menangkap intisari maksud dari perkataanku atau kamu memang tidak mau mengerti?
~Syukurku~ Oktober 24, 2009
Posted by enenganie in Uncategorized.Tags: puisi, syukurku
add a comment
Ibu selalu berkata bahwa kebahagiaan yang sesungguhnya adalah do’a yang terkabul. Maka dari itu aku selalu berusaha untuk menggapai yang terbaik dalam hidupku dan kuserahkan segala hasilnya kepada Allah SWT. Baik ataupun buruk harus mampu kuterima dengan ikhlas, karena yang terpenting adalah do’aku telah didengar oleh yang maha kuasa. Segala jerih payahku telah kuperjuangkan hingga optimal, namun yang menentukan hanyalah Allah dan itu kuanggap yang paling terbaik untukku. Terimakasih ya Allah telah memberikan segala nikmat dan rezeki yang telah kau limpahkan padaku dan keluargaku selama ini. Kuucapkan syukur pada-Mu ya Allah… Alhamdulillahirabillalamin.. 17 Oktober 2009
~Cinta Pertama Dan Terakhir~Sherina~ Oktober 24, 2009
Posted by enenganie in Uncategorized.Tags: cinta pertama dan terakhir, lagu, lirik, sherina
add a comment
sebelumnya tak ada yang mampu
mengajakku untuk bertahan
di kala sedih
sebelumnya ku ikat hatiku
hanya untuk aku seorang
sekarang kau di sini hilang rasanya
semua bimbang tangis kesepian
reff:
kau buat aku bertanya
kau buat aku mencari
tentang rasa ini
aku tak mengerti
akankah sama jadinya
bila bukan kamu
lalu senyummu menyadarkanku
kau cinta pertama dan terakhirku
sebelumnya tak mudah bagiku
tertawa sendiri di kehidupan
yang kelam ini
sebelumnya rasanya tak perlu
membagi kisahku tak ada yang mengerti
sekarang kau di sini hilang rasanya
semua bimbang tangis kesepian
repeat reff
bila suatu saat kau harus pergi
jangan paksa aku tuk cari yang lebih baik
karena senyummu menyadarkanku
kaulah cinta pertama dan terakhirku
~think the best for you~ Oktober 22, 2009
Posted by enenganie in Uncategorized.Tags: puisi, think the best for you
add a comment
Selepas detik ini
Masih kurasakan adanya goretan luka dalam hatiku
Tak berwujud namun terasa menyakitkan
Bukan maksudku ingin melupakanmu
Tapi ku tak sanggup mengobati luka ini
Air mata hanya sebuah tanda kepedihan bagiku
Kan kurangkai Kepingan hati yang tlah kau jatuhkan
Bila esok hari kuharus pergi
Janganlah kamu sesali
Ku takkan disampingmu lagi
Kamu kan dapatkan hal berharga
Yakni “arti mensyukuri”
Kamu dapat menyentuh langit dengan hatimu
Disana kan ada bayangan diriku
Dan ku hanya bisa tersenyum padamu.
~4~u-(k4u-an)~
penulis : (sungguh insomnia jika tak kutuangkan dalam bentuk kata-kata
senangnya menulis dan membaca..)
23 Oktober 2009
~PERUBAHAN DALAM SATU DETIK~ Agustus 24, 2009
Posted by enenganie in curhat.add a comment
Dunia memang penuh misteri
Setelah tertawa kemudian tiba-tiba menangis
Sungguh semakin kuyakin atas perubahan dalam satu detik
Aku merasa kehilangan seorang teman
Dan itu sungguh menyakitkan
Teman yang luar biasa
Karena saat bersamanya aku merasa nyaman
Kecocokkan langka yang tidak mungkin kutemukan disetiap orang
Kini semua itu berakhir sudah
Tanpa buah kata dia menghilang dari kehidupanku
Karena teman seharusnya saling melengkapi
Tapi mengapa kini saling melukai
Jika kini inginnya pergi menjauh dariku
Pergilah sejauh mungkin
Hingga ku tak dapat lagi merasakan kehadirannya
Dan kutakkan lagi terluka karenanya
Namun bantulah aku tuk sampaikan satu rangkaian kata untuknya
“Maaf dan terimakasih atas semuanya”
August 24 @My Office
~sang pengikut~ Agustus 4, 2009
Posted by enenganie in curhat.Tags: curhat, sang pengikut
add a comment
Kata orang aku adalah sang pengikut
Saat kudengar alunan musik, akupun ikut bernyanyi
Saat kuhirup udara pagi, akupun ikut merasakan udara segar
Saat kulihat burung terbang diawan, akupun ikut berlari
Saat kulihat matahari terbenam, akupun ikut merasakan indahnya alam
Saat kurasakan tidak ada cahaya, akupun ikut memejamkan mata
Namun, saat kurasakan dia tertawa bahagia
Mengapa akupun tak ikut tersenyum?
Semua orang bertanya padaku
“Hai sang pengikut, mengapa kau tidak ikut tersenyum?”
Aku tak bisa menjawab pertanyaan mereka
Lebih baik aku lepaskan saja gelarku sebagai sang pengikut
Aku selalu mencoba ikut tersenyum dalam tawanya
Namun mengapa aku selalu tak rela untuk ikut tersenyum dengannya
Kuberfikir sejenak hingga tetesan embun pagi mencerahkan perasaanku kembali
Akhirnya kutemukan jawaban atas apa yang kucari
Tentu saja aku tak ikut tersenyum karena dia telah tertawa bersamanya